W3i,p3n9 y0U...!!! L4i 4n z4i "3ni bl09z"....w0 xihU4n zh3 h3 xi3-xi3 d0U...!!!

Minggu, 13 November 2011

SEMANTIK

PENGERTIAN SEMANTIK

Semantik dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa yunani ‘sema’ (kata benda) yang berarti ‘tanda’ atau ‘lambang’. Kata kerjanya adalah ‘semaino’ yang berarti ‘menandai’ atau ‘melambangkan’. Yang dimaksud tanda atau lambang disini adalah tanda-tanda linguistik (perancis : signe linguistique).
Menurut ferdinan de sausure (1966), tanda linguistik terdiri dari :
1. Komponen yang menggantikan,yang berwujud bunyi bahasa.
2. Komponen yang diartikan atau makna dari komponen pertama.
Kedua komponen ini adalah tanda atau lambang dan sedangkan yang ditandai atau dilambangkan adalah sesuatu yang berada diluar bahasa, atau yang lazim disebut sebagai referent / acuan / hal yang ditunjuk.
Jadi, ilmu semantik adalah :
  • Ilmu yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya.
  • Ilmu tentang makna atau arti

1.Batasan ilmu semantik

Istilah semantik lbih umum digunakan dalam studi linguistik daripada istilah untuk ilmu makna lainnya,seperti smiotika,semiologi,sememik, dan semik. Ini dikarenakan istilah-istilah yang lainnya itu mempunyai cakupan objek yang cukup luas,yakni mencakup makna tanda atau lambang pada umumnya. Termasuk tanda lalulintas,morse,tanda matematika, dan juga tanda-tanda yang lain sedangkan batasan cakupan dari semantik adalah makna atau arti yang berkenaan dngan bahasa sebagai alat komunikasi verbal.

2.Hubungan Semantik dengan Tataran Ilmu Sosial lain

Berlainan dengan tataran analisis bahasa lain, semantik adalah cabang ilmu linguistik yang memiliki hubungan dengan ilmu sosilal,seperti sosiologi dan antropologi. Bahkan juga dengan filsafat dan psikologi.
1. Semantik dan sosiologi.
Semanik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai kelompok penuturnya.
Contohnya:
  • Penggunaan / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’, akan dapat menunjukkan identitas / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’ yang identik dengan kolompok penentunya.Kata ‘cewek’ identik dengan kolompok anak muda , sedangkan kata ‘wanita’terkesan lebih sopan, dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan. 
2. Semantik dan Antropologi.
Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya.
Contohnya :
  • Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat mencerminkan budaya penuturnya.Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta.Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang.
3.Analisis Semantik

Dalam analisis semantik, bahasa bersifat unik dan memiliki hubungan yang erat dengan budaya masyarakat penuturnya. Maka, suatu hasil analisis pada suatu bahasa, tidak dapat digunakan untuk menganalisi bahasa lain.
Contohnya :
  • Penutur bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘rice’ pada bahasa Inggris yang mewakili nasi, beras, gabah dan padi.Kata ‘rice’ akan memiliki makna yang berbeda dalam masing-masing konteks yang berbeda. Dapat bermakna nasi, beras, gabah, atau padi.
Tentu saja penutur bahasa Inggris hanya mengenal ‘rice’ untuk menyebut nasi, beras, gabah, dan padi. Itu dikarenakan mereka tidak memiliki budaya mengolah padi, gabah, beras dan nasi, seperti bangsa Indonesia.

Kesulitan lain dalam menganalisis makna adalah adanya kenyataan bahwa tidak selalu penanda dan referent-nya memiliki hubungan satu lawan satu. Yang artinya, setiap tanda lingustik tidak selalu hanya memiliki satu makna.

Adakalanya, satu tanda lingustik memiliki dua acuan atau lebih. Dan sebaliknya, dua tanda lingustik, dapat memiliki satu acuan yang sama.

4.Manfaat Semantik

1. Bagi seorang wartawan, reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan :
Mereka akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuan mengenai semantik,yang dapat memudahkan dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 
2. Bagi peneliti bahasa : 
Bagi pelajar sastra, pengetahuan semantik akan banyak member bekal teoritis untuk menganalisis bahasa yang sedang dipelajari.
Sedangkan bagi pengajar sastra, pengetahuan semantik akan member manfaat teoritis, maupun praktis. Secara teoritis, teori-teori semantik akan membantu dalam memahami dengan lebih baik bahasa yang akan diajarkannya. Dan manfaat praktisnya adalah kemudahan untuk mengajarkannya. 
3. Bagi orang awam :
Pemakaian dasar-dasar semantik tentunya masih diperlukan untuk dapat memahami dunia yang penuh dengan informasi dan lalu-lintas kebahasaan yang terus berkembang.

 5.Semantik Dalam Studi Linguistik 

1. Aristoteles (384 – 322 SM).
Kata adalah satuan terkecil yang mengandung makna. Yaitu (1) makna yang hadir dari kata itu sendiri secara otonom (makna leksikal), dan (2) makna yang hadir akibat proses gramatika (makna gramatikal)(Ullman 1977:3).
2. Plato (429 – 347 SM).
Bunyi-bunyi bahasa secara implicit mengandung makna tertentu. Memang ada perbedaan pendapat antara Plato dan Aristoteles. Pato mempercayai tentang adanya hubungan berarti antara kata (bunyi-bunyi bahasa) denganreferen t-nya. Sedangkan Aristoteles, berpendapat bahwa hubungan antara bentuk dan arti kata adalah soal perjanjian antar pemakainya (Moulton 1976 : 3) C. Chr. Reisig (1825).
konsep baru mengenai gramatik 
Gramatika terdiri dari tiga unsur utama, yaitu :
a) Semasiologi – studi tentang tanda.
b) Sintaksis – studi tentang susunan kalimat.
c) Etimologi – studi tentang asal usul kata,perubahan bentuk kata, dan perubahan makna.
3. Michel Breal (akhir abad XIX).
Dalam karangannya, Essai de Semantique, telah menggunakan istilah semantik. Dan menyebutnya sebagai suatu bidang ilmu yang baru.
4. Ferdinand de Saussur.
Dalam bukunya Cours de Linguistique Generale (1916) :
  • “Studi lingustik harus difokuskan pada keberadaan bahasa pada waktu tertentu. Pendekatannya harus sinkronis, dan studinya harus deskriptif”.
  • De Saussure juga mengajukan konsepsigné (tanda) untuk menunjukkan hubungan antara signifié (yang ditandai) dansignif iant (yang menandai).
  •  Signifié adalah makna atau konsep dari signifiant yang berwujud bunyi-bunyi bahasa.
  •  Signifiédan signifiantsebaga i signé linguistique adalah satu kesatuan yang merujuk pada satu referent. Yaitu sesuatu, berupa benda atau hal yang dikuar bahasa.

Sabtu, 12 November 2011

MAKALAH ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1C*

KONSEP BAHASA PEMROGRAMAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang  

Tujuan dari belajar algoritma & pemrograman adalah agar dapat membiasakan diri melakukan suatu perencanaan apabila menyelesaikan suatu masalah, karena suatu permasalahan yang diselesaikan dengan suatu perencanaan yang matang maka akan mendapatkan solusi yang lebih optimal dibandingkan menyelesaikan masalah tanpa menggunakan suatu perencanaan. oleh karena itu, penyusun mencoba untk memaparkan masalah tentang konsep dasar pemrograman.

1.2.Permasalahan

Makalah ini merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
  1. Apa pengertian program,pemrograman dan algoritma ?
  2. Syarat-syarat apa yang ada pada elemen dasar suatu file ?
  3. Type apa saja yang ada pada data ?
  4. Apa pengertian model komputasi ? 
  5. Bagaimana perkembangan bahasa pemrograman ? 
  6. Bagaiman langka-langkah dalam pemrograman komputer ?
1.3.Ruang lingkup

Dalam makalah ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas pada materi kuliah pemrograman terstruktur. pembahasa lebih dikhususkan pada konsep dasar pemrograman. hal tersebut dimaksudkan untuk mempertegas pembahasan sehingga dapat terfokus pada masalah yang akan dibahas serta dapat memberikan gambaran umum tentang isi makalah sehingga pembaca lebih mudah mempelajarinya.

1.4.Maksud dan tujuan

Maksud dari penyusunan tugas ini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas mata kuliah pemrograman terstruktur di bina sarana informasi. sedangkan tujuan dari penulisan tugas ini adalah :
  1. Menerapkan teori yang didapat selama belajar di bina sarana informasi.
  2. Mengembangkan kreativitas dan wawasan penulis.
  3. Memberikan uraian konsep dasar pemrograman secara lebih terperinci.
1.5.Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan tugas ini, penulis menggunakan metode browsing internet, yaitu metode yang dilakukan dengan browsing atau membaca atau mencari referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam tugas ini di internet.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Konsep Dasar Pemrograman

      1. Pengertian Program, Pemrograman dan Algoritma
  • Program adalah kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasi yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah dan diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman sehingga dapat dieksekusi oleh komputer.
  • Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman. sedangkan pemrograman terstruktur adalah metode yang mengorganisasikan dan membuat kode-kode program supaya mudah untuk dimengerti, mudah di test dan di modifikasi.
  • Algoritma berasal dari kata algoris dan ritmis yang pertama kali ditemukan oleh Abu Jafar Mohammad Ibn Musa al Khowaritzmi (825 M) dari buku Al Jabr Wa al Muqabla. dalam bidang pemrograman algoritma didefinisikan sebagai suatu meode khusus yang tepat dan terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan dituliskan secara sistematis yang akan dikerjakan untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer.
Proses dari algoritma hingga terbentuk suatu solusi disebut dengan tahap implementasi. solusi yang dimaksud  adalah suatu program yang merupakan implementasi dari algoritma yang disusun.
Contoh : Algoritma ketika ingin mengirimkan surat kepada teman, yaitu :
  1. Tulis surat pada secarik kertas surat 
  2. Ambil sampul surat
  3. Masukkan surat ke dalam sampul
  4. Tutup sampul surat menggunakan perekat
  5. Tempel perangko pada surat 
  6. Bawa surat ke kantor pos untuk di poskan 
2.2. Data

Tipe data merupakan suatu kelas dari objek data dengan kumpulan operasi untuk membentuk dan memanipulasinya
Elemen dasar suatu file data mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
A. Atribut : membedakan objek-objek data dari tipe tersebut, misalnya nama objek data
B. Nilai : dimiliki oleh objek data dari tipe tersebut dipengaruhi oleh hardware komputer, contoh : int, short, long (dalam bahasa C)
C.Operasi : mendefinisikan manipulasi-manipulasi yang memungkinkan oleh objek data dari tipe tersebut
  • Biasanya merupakan operasi secara matematika 
  • Suatu operasi yang mempunyai dua argumen dan menghasilkan satu hasil disebut operasi binary, atau argumen disebut unary
  • Jumlah argumen : arity
1.     Tipe data dasar
Merupakan tipe data dasar primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman.
Tipe data dasar di bagi menjadi lima bagian yaitu :
          a.Tipe Data Numerik
Disetiap  bahasa pemrograman dapat dipastikan ada tipe data numerik yaitu menyimpan data berupa angka.
  • Integer : merupakan bilangan bulat dan negatif 
  • Subrange : merupakan sebuah subype dari tipe data integer dan terdiri dari urutan nilai-nilai integer dalam range yang terbatas
  • Floating-print Real : biasa disingkat dan disebut tipe data riil. 
  • Fixed-point Real : bilangan fixwd-pont direpresentasikan dengan urutan digit.
  • Lain-lain :tipe data lainnya adalah bagian kompleks dan bilangan rational 
          b.Enumerasi : Adalah suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda
          c.Boolean : Tipe data untuk merepresentasikan Treu dan False.
          d.Character : Tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter.
          e.Internationalization : Disebut I18N.
2.      Tipe Data Terstruktur
Merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar, contohnya array, record, string, list dan file.
3.      Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai
Tipe data ini biasanya disebut Enumerasi.
4.      Tipe Data Penunjuk
Contoh tipe data penunjuk adalah pointer.

2.3. Model komputasi

Model komputasi adalah suatu kumpulan dari ilai dan operasi-operasi.
Ada 3 dasar Model Komputasi :
1.      Model Fungsional
Model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.
2.      Model Logika
Logika odel perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.
3.      Model imperative
Model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

2.4. Prinsip Bahasa Pemrograman

ð Adalah alat untuk membuat program
ð Contoh : C, C++, C#, Pascal, Basic, Perl, PHP, ASP, JHP, Java, dll.
ð Perbedaan : Cara memberikan instruksi (sintaks).
ð Persamaan : Bertujuan menghasilkan output yang sama.
Dalam kehidupan sehari-hari, untuk berkomunikasi dengan orang lain, kita harus menggunakan bahasa yang sama dengan orang tersebut. Apabila kita menggunakan bahasa indonesia, lawan bicara kita harus mengerti bahasa indonesia. Kalau lawan bicara kita tidak mengerti bahasa indonesia, kita masih bisa berkomunikasi dengannya melalui penerjemah.
Dalam pemrograman komputer, berlaku juga hal seperti di atas. Kita harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer untuk memberikan suatu instruksi. Pada dasarnya, komputer adalah mesin digital, artinya komputer hanya mengenal kondisi ada arus listrik (biasanya dilambangkan dengan 1) dan tidak ada arus listrik (dilambangkan dengan 0).
Dengan kata lain kita harus menggunakan sandi 0 dan 1 untuk melakukan pemrograman komputer. Bahasa pemrograman yang  menggunakan sandi 0 dan 1 ini disebut bahasa mesin (assembly). Sebagai contoh, dalam prosesor intel, terdapat perintah 0011 1010 0000 1011. Perintah dalam bahasa mesin ini sama artinya dengan perintah assembly CMP AL, 0D, yang artinya membandingkan nilai register  AL dengan 0D. CMP di sini sebenarnya adalah singkatan dari CoMPare. Untuk membantu manusia dalam mengkonversi bahasa mesin diperlukan perangkat lunak yang disebut assembler.
Pemrograman dengan bahas assembly masih terasa sulit bagi kebanyakan orrang sehingga dikembangkan bahasa pemrograman yang lebih mudah digunakan. Bahasa pemrograman yang dikembangkan ini lebih condong ke bahasa manusia dan disebut bahasa generasi ketiga/3GL (Third-Generation Language) atau juga dikenal dengan bahasa tingkat tinggi/ HLL (High-Level Language). Sebagai contoh Basic, Pascal, C, C++, Cobol, dsb. Bahasa generasi ketiga menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris karena bahasa tersebut adalah bahasa internasional, misal :
Pascal : Writeln (‘Algoritma’);
Atau perintah dalam bahasa C: Printf (“Algoritma\n\r”):
Atau perintah dalambahasa C++: Cout << “Algoritma” << endl;
Ketiga pernyataan di atas bertujuan sama yaitu menuliskan teks ‘algoritma’ ke keluaran standar
(Standard Output), ke layar monitor. Ketiga perintah sederhana di atas sebenarnya terdiri dari puluhan atau bahkan ratusan pernyataan assembly. Perangkat lunak yang menerjemahkan program dalam bahasa manusiawi ke dalam bahasa assembly atau mesin ada dua macam, yaitu interpreter dan kompiler. Interpreter menerjemahkan program baris perbaris artinya jika suatu baris akan diekskusi maka baris tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke bahasa mesin. Apabila baris berikutnya akan diekskusi maka baris tersebut baru diterjemahkan kedalam bahasa mesin. Contoh bahasa pemograman yang menggunakan interpreter adalah basic.
Kompiler menerjemahkan semua perintah ke dalam bahasa mesin kemudian menjalankan hasil penerjemahan. Hasil penerjemahan ini bisa disimpan dalam file atau memori. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan kompiler adalah Pascal, C, dan C++. Khusus untuk Pascal, ada beberapa kompiler tetapi jumlahnya sedikit. Misalnya Turbo Pascal, GNU Pascal, Free Pascal, dsb. Kompiler Pascal yang banyak digunakan adalah Turbo Pascal, sehingga pada modul ini juga digunakan Turbo Pascal sebagai acuannya.
Perkembangan bahasa pemrograman setelah bahasa generasi ketiga adalah bahasa generasi keempat atau yang disingkat 4GL (fourth-generation language). Bahasa ini banyak digunakan sebagai aplikasi basis data (database), salah satu contohnya adalah SQL (Structured Query Language). Pada bahasa ini, perintah-perintah yang digunakan lebih manusiawi, misalnya “SELECT Nama,Nilai FROM Mahasiswa”, untuk mengambil data Nama dan Nilai dari basis data Mahasiswa.

     1. Langkah-langlah dalam pemrograman komputer

         a. Mendefinisikan masalah 
Mendefinisikan masalah dengan menentukan masalahnya seperti apa, kemudian apa saja yang harus dipecahkan dengan komputer yang terakhir adalah apa masukannya bagaimana keluarnya.
         b. Menentukan solusi
Setelah masalah didefinisikan dengan jelas, masukkan yang diberikan dengan jelas, keluaran yang diinginkan sudah jelas, maka langkah selanjutnya adalah mencari jalan penyelesaian masalah. Jika permasalahan terlalu kompleks, biasanya kita harus membaginya ke alam beberapa modul kecil agar lebih mudah diselesaikan. Sebagai contoh, program untuk menghitung invers matriks, dapat dibagi menjadi beberapa modul kecil. Modul pertama adalah meminta masukan dari pengguna berupa matriks bujur sangkar. Modul kedua adalah mencari invers matriks yang dimasukkan pengguna. Modul terakhir adalah menampilkan hasilnya pada pengguna.
         c. Memilih Algoritma.
Langkah ini merupakan salah satu langkah yang penting dalam pemrograman komputer karena pemilihan algoritma yang salah akan menyebabkan program memiliki unjuk kerja yang kurang baik.
         d. Menulis Program
Pada langkah ini dimulai penulisan program komputer untuk memecahkan masalah yang diberikan. Untuk menulis program dapat digunakan salah satu bahasa generasi ketiga. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan sebelum memilih bahasa pemrograman, antara lain masalah yang dihadapi, bahasa pemrograman yang Anda kuasai, dsb.
         e. Menguji Program
Setelah program selesai ditulis dilakukan pengujian. Pengujian pertama adalah; Apakahprogram berhasil dikompilasi dengan baik? Pengujian berikutnya; Apakah program dapatmenampilkan keluaran yang diinginkan? Lebih jauh lagi program harus diuji dengan banyak kasus. Sering terjadi, suatu program berjalan baik untuk kasus A, B, C; tetapi menghasilkan sesuatu yang tidak diinginkan untuk kasus X,Y, dan Z. Langkah ini bisa dilakukan berulang-ulang sampai program diyakini benar-benar berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
         f. Menulis Dokumentasi
Merupakan hal sepele yang sering dilupakan, karena tidak ada fungsinya pada saat pembuatan program, namun pada masa mendatang akan sangat diperlukan, apalagi bagi orang lain yang mempelajari program kita. Dokumentasi ada dua, yaitu di atas kertas dan menjadi satu dalam program (komentar pendek yang menerangkan fungsi perintah-perintah yang ada dalam program tersebut).
         g. Merawat program
Setelah program selesai dan digunakan oleh user, maka sering kali muncul bug / kesalahan yang sebelumnya tidak terdeteksi, atau juga user ingin menambahkan fasilitas baru, sehingga program harus direvisi.

     2. Kualitas Bahasa Pemrograman

         a. Ekspresivitas :
Bahasa pemrograman yang baik adalah mampu menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer.
         b. Dapat didefinisikan dengan baik :
Sintaks dan semantik bahasa pemrograman yang baik haruslah konsisten dan tidak bermakna ganda.
         c. Tipe data dan strukturnya:
Bahasa programmer yang baik haruslah berkemampuan untuk mendukung berbagai tipe data(integer, real, pointer,dsb) dan terstruktur dalam array, record ataupun object.
         d. Modularitas :
Bahasa pemrograman yang baik harus mempunyai fasilitas subprogramming sehingga suatu program yang besar dapat dikerjakan oleh sekaligus beberapa pemrogram secara bersama-sama yang nantinya dengan mudah dapat digabungkan menjadi sebuah modul saja.
         e. Fasilitas masukan keluaran :
Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat mendukung berbagai jenis model file seperti sequential, random access, index, multiple index dan lain sebagainya dalam pemrosesan masukan dan keluaran
         f. Portabilitas :
Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat dipakai pada berbagai tipe mesin komputer yang berbeda, jadi bersifat machine independent.
         g. Efisiensi :
Bahasa pemrograman yang baik haruslah efisien.
         h. Mudah dipelajari :
Bahasa pemrograman tersebut harus mudah dipelajari maupun diajarkan.
         i. Bersifat Umum :
Bahasa pemrograman tersebut harus memiliki jangkauan luas pada berbagai aplikasi pemrograman sehingga dapat disebut bahasa yang serbaguna.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Konsep dasar pemrograman meliputi proses bagaimana mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Proses dari masalah hingga terbentuk suatu algoritma disebut tahap pemecahan masalah, sedangkan tahap dari algoritma hingga terbentuk suatu solusi disebut dengan tahap implementasi. Solusi yang dimaksud adalah suatu program merupakan proses impelementasi dari algoritma yang disusun.
Untuk menciptakan suatu program yang baik yang memiliki portabilitas yang tinggi, sehingga memudahkan dalam merancang dan merawat program serta meningkatkan efektifitas penggunaan peralatan komputer dibutuhkan suatu standar program. Standar-standar tersebut sering dilihat oleh pemrogram sebagai batasan kreatifitas dan kemampuan untuk menuangkan berbagai ide ke dalam bentuk program. Namun dengan adanya standar akan membuat program menjadi konsisten dan mudah untuk dikembangkan.

3.2.Saran

Untuk menciptakan suatu program yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yaitu :
  1. Mudah dikembangkan di masa mendatang
  2. Dalam menyusun program sebaiknya pemrogram membuat persiapan dan rancangan arsitektur program dengan matang, sehingga tidak menimbulkan masalah pada tahap coding dan testing
  3. Sintaks dan semantik bahasa pemrograman yang baik haruslah konsisten dan tidak bermakna ganda
  4. Bahasa programmer yang baik haruslah berkemampuan untuk mendukung berbagai tipe data(integer, real, pointer,dsb) dan terstruktur dalam array, record ataupun object
  5. Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat mendukung berbagai jenis model file seperti sequential, random access, index, multiple index dan lain sebagainya.
  6. Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat dipakai pada berbagai tipe mesin komputer yang berbeda, jadi bersifat machine independent.
  7. Bahasa pemrograman yang baik haruslah efisien.
  8. Bahasa pemrograman tersebut harus mudah dipelajari maupun diajarkan.
  9. Bahasa pemrograman tersebut harus memiliki jangkauan luas pada berbagai aplikasi pemrograman sehingga dapat disebut bahasa yang serbaguna.

Minggu, 06 November 2011

TULISAN (STUDENTSITE)

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Pemuda adalah golongan manusia muda yng masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang sangat besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi
Jadi jelaslah sekarang keragaman pemuda indonesia dilihat kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah,maka proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkemangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua,maka pengalaman-pengalaman yang dialainya itu kadang membingungkan dirinya sendiri.
Pemuda indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di indonesia ini sehubungn dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian muda pengertian pemuda di perinci dan tersurat dengan pasti.Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut:
Masa bayi                    : 0-1 tahun
Masa anak                   : 1-12 tahun
Masa puber                  : 12-15 tahun
Masa pemuda              : 15-21 tahun
Masa dewasa               : 21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak,remaja dan dewasa,dengan perincian sebagai berikut:
Golongan anak            : 0-12 tahun
Golongan remaja         : 13-18 tahun
Golongan dewasa       : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16-21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18-30-40 tahun,karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terrdiri atas 3 katagori yaitu :
1. Siswa, usia antara 6-18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa usia ntara 18-25 tahun berada di perguruan tinggi dan akademi
3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15-30 tahun keatas.
Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
  2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : 
  • Pertama, jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung mengubah masyarakat dan kebudayaan.
  •  Kedua, pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
  • Ketiga, pemuda redikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara redikal, revolusioner.
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai makhluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai makhluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disrtai ras tanggung jawab terhadap diri  sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Sosialisasi Pemuda
Melalui proses sosialisasi, seirang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagainama ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat yang beradap. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana caraberpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota msyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu proses sosialisasi,merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tiak dipercaya, atau sebaliknya,dia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial
Betitik tolak dari pengertian pemuda, mak sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai makhluk sosial, makhluk individual bagi pemuda
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat.

TUGAS SOFTSKILL (ISD)

ILMU SOSIAL DASAR
     Ilmu sosial dasar (ISD) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalahsosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. Pengertian ilmu sosial dasar di perguruan tinggi adalah salah satu mata kuliah softskill yang merupakan mata kuliah yang wajib diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Mata kuliah ini menitik beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian para mahasiswa, berbeda dengan mata kuliah bantu adalah yang bertujuan untuk menopang keahlian dalam disiplin ilmunya. Tujuan ilmu sosial dasar adalah:
1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
2. Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian warga indonesia agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas.
3. Memahami jalan pemikiran para ahli dan bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka.
4. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya.
5. Menyadari bahwa setiap masalah yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks.
     Secara garis besar, ilmu sosial dasar (ISD) memiliki peran yang penting dalam diri manusia. Para mahasiswa perlu mempelajari ilmu sosial dasar untuk meningkatkan kepekaanya terhadap lingkungan sekitarnya yang akan membantunya untuk meningkatkan daya pikirnya guna meningkatkan kehidupan sosial disekitarnya. Untuk mmbantu dalam memahami dunia yang lebih luas lagi. Bahkan,dapat membantu untuk meningkatkan kreatifitasnya untuk memikirkan sesuatu untuk lingkungan sekitarnya yang dapat berguna saat para mahasiswa tersebut terjun ke dunia kerja.
Sumber :http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_885/title_pengertin-ilmu-sosial-dasar/

TUGAS (STUDENTSITE)

INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT
Dalam hal ini individu bisa dikatakan sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi “manusia”, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko,individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga dimana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apapun  krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalu beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi,pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya  peranaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak holtikultura, petani dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah dimana cakupannya bisa bersifat mikri maupun makro.
Apa yang terjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan disini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internaliasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada kelurga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana individu dapat mngekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di alam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam  masyarakat,individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini,terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Kamis, 03 November 2011

TUGAS SOFTSKILL (PENDUDUK)

PENDUDUK,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1.     Pendahuluan
Penduduk,masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu tang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat diwilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk,Penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir,tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak  ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan.
2.     Pengertian Penduduk,Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, dalam pngertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tertentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan populasi dan disini dapat meliputi populasi hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah yang tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu,yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur, pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, da yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan keberadaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjunya cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan (selo sumarjan dan sulaiman..s)
3.     Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk
Penambahan penduduk di suatu daerah dipengaruhi leh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.      Kelahiran (Fertilita)
2.      Kematian (mortalitas)
3.      Migrasi

1.      Angka kelahiran
Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortaalitas,hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut:
1.      Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran,tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2.       Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
3.      Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.      Di dalam pergaulan pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melahirkan.
Ada dua istilah yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
1.      Facundity (kesuburan)
Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
2.      Fertility (Fertilitas)
Fertilitas adalah jumlah kelahian hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya:bernafas,bergerak,berteriak/menangis,ada denyutan jantung dan sebagainya.
a.      Tingkat kelahiran kasar (crude birth rate / CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
CBR=(B/Pm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu.
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
K=Konstanta=1000
b.      Angka kelahran umm (General Fertility Rate / GFR)
Adalah angka yang menunjukkan kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.
GFR=(B/Fm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K==Konstanta=1000
c. Tingkat kelahiran khusus (Age Spesific Fertility Rate / ASFR)
Menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
ASFRi=(Bi/Fmi) K
Ket:
Bi=Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun.
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K=Konstanta=1000.
2.a. Tingkat kematian yang kasar
Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate / CDR) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus:
CDR= (D/Pm) K
Ket:Ket :
D=Jumlah kematian
Pm=Jumlah penduduk pertengahan tahun
K=Konstanta=1000
Penduduk pertengahan tahun dapat dicari denagn rumus sebagai berikut:
Pm=1/2 (P1 + P2)
Pm=P1 +{(P2-P1)/2}
Pm=P2 – {(P2-P1)/2}Pm=Jumlah penduduk pertengaahan tahun

P1=Jumlah penduduk pada awal tahun
P2=Jumlah penduduk pada akhir tahun
b. Tingkat kematian khusus
Angka kematian khusus (Age Spesific Death Rate/ASDR)yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematan setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertenu dalam waktu satu tahun. Tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor,antara lain: umur,jenis kelamin,dan pekerjaan. Maka rumus ASDR dapat ditulis sebagai berikut:
ASDRi= (Di/Pmi) K
Ket :Ket :
Di=Kematian penduduk kelompok umur i
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K=Konstanta=1000
3. Pengertian migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu (negara) ke daerah (negara) lain :
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang pindah ke daerah lain :
  • Persediaan sumber alam 
  • Lingkungan sosial budaya
  • Potensi ekonomi 
  • Alat masa depan
a. Macam-macam migrasi 
  • Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. 
  • Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi daalam satu negara,misalnya antar propinsi,antar kota/kabupaten,migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten/kota seperti kecamatan dan kelurahan/desa.
b. Proses migrasi
Proses migrasi antara lain:
  • Migrasi bertahap 
  • Migrasi langsung
c. Akibat migrasi 
1. Urbanisasi walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan.
2. Migrasi internasional di indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
3. Migrasi antara negara di indonesia sangat kecil,sehingga mengakibatkan kurang nyata terhadap distribusi penduduk indonesia.
4. Struktur penduduk
Ada tiga jenis struktur penduduk :Ada tiga jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda.1. Piramida penduduk muda.
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sang berkembang. Jumlah angka kematian lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida stationer Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua3. Piramida penduduk tua
Piramda ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat besar dan tingkat kematian kecil sekali.
5. Pengertian rasio ketergantungan
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk  golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerjaa lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%).
6. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Sejarah peradaban bangsa indonesia mulai zaman batu sampai zaman logam berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu terbagi dalam :
1. Zaman batu tua (paleolithikum)

  • Permukaan peralatan masih kasar 
  • Belum menetap
  • Masih berburu
2. Zaman batu muda (neolithikum)
  • Hidup menetap 
  • Membuat rumah
  • Membentuk kelompok masyarakat desa
  • Beternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan
Suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ialah kenyataan yang jelas bahwa indonesia sebelum zaman hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah indonesia selanjutnya.
7. Kebudayaan Hindu,Budha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan je-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsugn luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di jawa tengah ataupun jawa timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, disekita kota malang, candi panataran dan siwa disekitar kota Blitar, semua wilayah propinsi jawa timur.
2. Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam paa abad itu berada di pulau jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa jauh sebelum abad ke -15. suatu bukti bahwa awal abad ke-11 sudah ada wanita Islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimasukkan ke Indonesia tidak dengan paksa, melainkan dengan cara baik-baik. Di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita
Pada abad ke-15, ketika kejayaan maritim majapahit mulai surut, berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah negara Malaka di semenanjung Malaka, negara Aceh di ujung pulau Sumatra, negara Banten di jawa Barat, negara Demak di pesisir utara jawa tengah, negara Goa di sulawesi selatan. Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut ajaran Islam.
Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. misalnya di Aceh, Banten, sulawesi selatan, sumatra Timur, sumatra barat, dan pesisir kalimantan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia. tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganutnya di Indonesia. Dengan begitu, agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
8. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahhan kolonialisme Belanda, tanah air Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama,terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.