W3i,p3n9 y0U...!!! L4i 4n z4i "3ni bl09z"....w0 xihU4n zh3 h3 xi3-xi3 d0U...!!!

Kamis, 03 November 2011

TUGAS SOFTSKILL (PENDUDUK)

PENDUDUK,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1.     Pendahuluan
Penduduk,masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu tang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat diwilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk,Penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir,tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak  ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan.
2.     Pengertian Penduduk,Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, dalam pngertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tertentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan populasi dan disini dapat meliputi populasi hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah yang tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu,yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur, pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, da yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan keberadaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjunya cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan (selo sumarjan dan sulaiman..s)
3.     Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk
Penambahan penduduk di suatu daerah dipengaruhi leh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.      Kelahiran (Fertilita)
2.      Kematian (mortalitas)
3.      Migrasi

1.      Angka kelahiran
Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortaalitas,hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut:
1.      Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran,tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2.       Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
3.      Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.      Di dalam pergaulan pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melahirkan.
Ada dua istilah yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
1.      Facundity (kesuburan)
Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
2.      Fertility (Fertilitas)
Fertilitas adalah jumlah kelahian hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya:bernafas,bergerak,berteriak/menangis,ada denyutan jantung dan sebagainya.
a.      Tingkat kelahiran kasar (crude birth rate / CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
CBR=(B/Pm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu.
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
K=Konstanta=1000
b.      Angka kelahran umm (General Fertility Rate / GFR)
Adalah angka yang menunjukkan kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.
GFR=(B/Fm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K==Konstanta=1000
c. Tingkat kelahiran khusus (Age Spesific Fertility Rate / ASFR)
Menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
ASFRi=(Bi/Fmi) K
Ket:
Bi=Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun.
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K=Konstanta=1000.
2.a. Tingkat kematian yang kasar
Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate / CDR) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus:
CDR= (D/Pm) K
Ket:Ket :
D=Jumlah kematian
Pm=Jumlah penduduk pertengahan tahun
K=Konstanta=1000
Penduduk pertengahan tahun dapat dicari denagn rumus sebagai berikut:
Pm=1/2 (P1 + P2)
Pm=P1 +{(P2-P1)/2}
Pm=P2 – {(P2-P1)/2}Pm=Jumlah penduduk pertengaahan tahun

P1=Jumlah penduduk pada awal tahun
P2=Jumlah penduduk pada akhir tahun
b. Tingkat kematian khusus
Angka kematian khusus (Age Spesific Death Rate/ASDR)yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematan setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertenu dalam waktu satu tahun. Tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor,antara lain: umur,jenis kelamin,dan pekerjaan. Maka rumus ASDR dapat ditulis sebagai berikut:
ASDRi= (Di/Pmi) K
Ket :Ket :
Di=Kematian penduduk kelompok umur i
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K=Konstanta=1000
3. Pengertian migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu (negara) ke daerah (negara) lain :
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang pindah ke daerah lain :
  • Persediaan sumber alam 
  • Lingkungan sosial budaya
  • Potensi ekonomi 
  • Alat masa depan
a. Macam-macam migrasi 
  • Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. 
  • Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi daalam satu negara,misalnya antar propinsi,antar kota/kabupaten,migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten/kota seperti kecamatan dan kelurahan/desa.
b. Proses migrasi
Proses migrasi antara lain:
  • Migrasi bertahap 
  • Migrasi langsung
c. Akibat migrasi 
1. Urbanisasi walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan.
2. Migrasi internasional di indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
3. Migrasi antara negara di indonesia sangat kecil,sehingga mengakibatkan kurang nyata terhadap distribusi penduduk indonesia.
4. Struktur penduduk
Ada tiga jenis struktur penduduk :Ada tiga jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda.1. Piramida penduduk muda.
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sang berkembang. Jumlah angka kematian lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida stationer Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua3. Piramida penduduk tua
Piramda ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat besar dan tingkat kematian kecil sekali.
5. Pengertian rasio ketergantungan
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk  golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerjaa lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%).
6. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Sejarah peradaban bangsa indonesia mulai zaman batu sampai zaman logam berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu terbagi dalam :
1. Zaman batu tua (paleolithikum)

  • Permukaan peralatan masih kasar 
  • Belum menetap
  • Masih berburu
2. Zaman batu muda (neolithikum)
  • Hidup menetap 
  • Membuat rumah
  • Membentuk kelompok masyarakat desa
  • Beternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan
Suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ialah kenyataan yang jelas bahwa indonesia sebelum zaman hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah indonesia selanjutnya.
7. Kebudayaan Hindu,Budha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan je-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsugn luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di jawa tengah ataupun jawa timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, disekita kota malang, candi panataran dan siwa disekitar kota Blitar, semua wilayah propinsi jawa timur.
2. Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam paa abad itu berada di pulau jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa jauh sebelum abad ke -15. suatu bukti bahwa awal abad ke-11 sudah ada wanita Islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimasukkan ke Indonesia tidak dengan paksa, melainkan dengan cara baik-baik. Di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita
Pada abad ke-15, ketika kejayaan maritim majapahit mulai surut, berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah negara Malaka di semenanjung Malaka, negara Aceh di ujung pulau Sumatra, negara Banten di jawa Barat, negara Demak di pesisir utara jawa tengah, negara Goa di sulawesi selatan. Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut ajaran Islam.
Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. misalnya di Aceh, Banten, sulawesi selatan, sumatra Timur, sumatra barat, dan pesisir kalimantan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia. tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganutnya di Indonesia. Dengan begitu, agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
8. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahhan kolonialisme Belanda, tanah air Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama,terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar