W3i,p3n9 y0U...!!! L4i 4n z4i "3ni bl09z"....w0 xihU4n zh3 h3 xi3-xi3 d0U...!!!

Minggu, 06 November 2011

TULISAN (STUDENTSITE)

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Pemuda adalah golongan manusia muda yng masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang sangat besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi
Jadi jelaslah sekarang keragaman pemuda indonesia dilihat kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah,maka proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkemangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua,maka pengalaman-pengalaman yang dialainya itu kadang membingungkan dirinya sendiri.
Pemuda indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di indonesia ini sehubungn dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian muda pengertian pemuda di perinci dan tersurat dengan pasti.Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut:
Masa bayi                    : 0-1 tahun
Masa anak                   : 1-12 tahun
Masa puber                  : 12-15 tahun
Masa pemuda              : 15-21 tahun
Masa dewasa               : 21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak,remaja dan dewasa,dengan perincian sebagai berikut:
Golongan anak            : 0-12 tahun
Golongan remaja         : 13-18 tahun
Golongan dewasa       : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16-21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18-30-40 tahun,karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terrdiri atas 3 katagori yaitu :
1. Siswa, usia antara 6-18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa usia ntara 18-25 tahun berada di perguruan tinggi dan akademi
3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15-30 tahun keatas.
Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
  2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : 
  • Pertama, jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung mengubah masyarakat dan kebudayaan.
  •  Kedua, pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
  • Ketiga, pemuda redikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara redikal, revolusioner.
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai makhluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai makhluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disrtai ras tanggung jawab terhadap diri  sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Sosialisasi Pemuda
Melalui proses sosialisasi, seirang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagainama ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat yang beradap. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana caraberpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota msyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu proses sosialisasi,merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tiak dipercaya, atau sebaliknya,dia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial
Betitik tolak dari pengertian pemuda, mak sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai makhluk sosial, makhluk individual bagi pemuda
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat.

TUGAS SOFTSKILL (ISD)

ILMU SOSIAL DASAR
     Ilmu sosial dasar (ISD) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalahsosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. Pengertian ilmu sosial dasar di perguruan tinggi adalah salah satu mata kuliah softskill yang merupakan mata kuliah yang wajib diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Mata kuliah ini menitik beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian para mahasiswa, berbeda dengan mata kuliah bantu adalah yang bertujuan untuk menopang keahlian dalam disiplin ilmunya. Tujuan ilmu sosial dasar adalah:
1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
2. Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian warga indonesia agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas.
3. Memahami jalan pemikiran para ahli dan bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka.
4. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya.
5. Menyadari bahwa setiap masalah yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks.
     Secara garis besar, ilmu sosial dasar (ISD) memiliki peran yang penting dalam diri manusia. Para mahasiswa perlu mempelajari ilmu sosial dasar untuk meningkatkan kepekaanya terhadap lingkungan sekitarnya yang akan membantunya untuk meningkatkan daya pikirnya guna meningkatkan kehidupan sosial disekitarnya. Untuk mmbantu dalam memahami dunia yang lebih luas lagi. Bahkan,dapat membantu untuk meningkatkan kreatifitasnya untuk memikirkan sesuatu untuk lingkungan sekitarnya yang dapat berguna saat para mahasiswa tersebut terjun ke dunia kerja.
Sumber :http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_885/title_pengertin-ilmu-sosial-dasar/

TUGAS (STUDENTSITE)

INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT
Dalam hal ini individu bisa dikatakan sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi “manusia”, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko,individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga dimana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apapun  krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalu beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi,pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya  peranaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak holtikultura, petani dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah dimana cakupannya bisa bersifat mikri maupun makro.
Apa yang terjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan disini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internaliasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada kelurga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana individu dapat mngekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di alam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam  masyarakat,individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini,terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Kamis, 03 November 2011

TUGAS SOFTSKILL (PENDUDUK)

PENDUDUK,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
1.     Pendahuluan
Penduduk,masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu tang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat diwilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk,Penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir,tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak  ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan.
2.     Pengertian Penduduk,Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, dalam pngertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tertentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan populasi dan disini dapat meliputi populasi hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah yang tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu,yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur, pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, da yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan keberadaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjunya cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan (selo sumarjan dan sulaiman..s)
3.     Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk
Penambahan penduduk di suatu daerah dipengaruhi leh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.      Kelahiran (Fertilita)
2.      Kematian (mortalitas)
3.      Migrasi

1.      Angka kelahiran
Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortaalitas,hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut:
1.      Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran,tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2.       Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
3.      Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.      Di dalam pergaulan pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melahirkan.
Ada dua istilah yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
1.      Facundity (kesuburan)
Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
2.      Fertility (Fertilitas)
Fertilitas adalah jumlah kelahian hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya:bernafas,bergerak,berteriak/menangis,ada denyutan jantung dan sebagainya.
a.      Tingkat kelahiran kasar (crude birth rate / CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
CBR=(B/Pm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu.
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
K=Konstanta=1000
b.      Angka kelahran umm (General Fertility Rate / GFR)
Adalah angka yang menunjukkan kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.
GFR=(B/Fm) K
Ket:
B=Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K==Konstanta=1000
c. Tingkat kelahiran khusus (Age Spesific Fertility Rate / ASFR)
Menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
ASFRi=(Bi/Fmi) K
Ket:
Bi=Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun.
Fm=Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K=Konstanta=1000.
2.a. Tingkat kematian yang kasar
Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate / CDR) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus:
CDR= (D/Pm) K
Ket:Ket :
D=Jumlah kematian
Pm=Jumlah penduduk pertengahan tahun
K=Konstanta=1000
Penduduk pertengahan tahun dapat dicari denagn rumus sebagai berikut:
Pm=1/2 (P1 + P2)
Pm=P1 +{(P2-P1)/2}
Pm=P2 – {(P2-P1)/2}Pm=Jumlah penduduk pertengaahan tahun

P1=Jumlah penduduk pada awal tahun
P2=Jumlah penduduk pada akhir tahun
b. Tingkat kematian khusus
Angka kematian khusus (Age Spesific Death Rate/ASDR)yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematan setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertenu dalam waktu satu tahun. Tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor,antara lain: umur,jenis kelamin,dan pekerjaan. Maka rumus ASDR dapat ditulis sebagai berikut:
ASDRi= (Di/Pmi) K
Ket :Ket :
Di=Kematian penduduk kelompok umur i
Pm=Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K=Konstanta=1000
3. Pengertian migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu (negara) ke daerah (negara) lain :
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang pindah ke daerah lain :
  • Persediaan sumber alam 
  • Lingkungan sosial budaya
  • Potensi ekonomi 
  • Alat masa depan
a. Macam-macam migrasi 
  • Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. 
  • Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi daalam satu negara,misalnya antar propinsi,antar kota/kabupaten,migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten/kota seperti kecamatan dan kelurahan/desa.
b. Proses migrasi
Proses migrasi antara lain:
  • Migrasi bertahap 
  • Migrasi langsung
c. Akibat migrasi 
1. Urbanisasi walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan.
2. Migrasi internasional di indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
3. Migrasi antara negara di indonesia sangat kecil,sehingga mengakibatkan kurang nyata terhadap distribusi penduduk indonesia.
4. Struktur penduduk
Ada tiga jenis struktur penduduk :Ada tiga jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda.1. Piramida penduduk muda.
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sang berkembang. Jumlah angka kematian lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida stationer Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua3. Piramida penduduk tua
Piramda ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat besar dan tingkat kematian kecil sekali.
5. Pengertian rasio ketergantungan
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk  golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerjaa lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%).
6. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Sejarah peradaban bangsa indonesia mulai zaman batu sampai zaman logam berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu terbagi dalam :
1. Zaman batu tua (paleolithikum)

  • Permukaan peralatan masih kasar 
  • Belum menetap
  • Masih berburu
2. Zaman batu muda (neolithikum)
  • Hidup menetap 
  • Membuat rumah
  • Membentuk kelompok masyarakat desa
  • Beternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan
Suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ialah kenyataan yang jelas bahwa indonesia sebelum zaman hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah indonesia selanjutnya.
7. Kebudayaan Hindu,Budha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan je-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsugn luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di jawa tengah ataupun jawa timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, disekita kota malang, candi panataran dan siwa disekitar kota Blitar, semua wilayah propinsi jawa timur.
2. Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam paa abad itu berada di pulau jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa jauh sebelum abad ke -15. suatu bukti bahwa awal abad ke-11 sudah ada wanita Islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimasukkan ke Indonesia tidak dengan paksa, melainkan dengan cara baik-baik. Di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita
Pada abad ke-15, ketika kejayaan maritim majapahit mulai surut, berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah negara Malaka di semenanjung Malaka, negara Aceh di ujung pulau Sumatra, negara Banten di jawa Barat, negara Demak di pesisir utara jawa tengah, negara Goa di sulawesi selatan. Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut ajaran Islam.
Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. misalnya di Aceh, Banten, sulawesi selatan, sumatra Timur, sumatra barat, dan pesisir kalimantan.
Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia. tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganutnya di Indonesia. Dengan begitu, agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
8. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahhan kolonialisme Belanda, tanah air Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama,terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.

Selasa, 01 November 2011

RANGKUMAN AP 1C

ABSTACTION DAN GENERALIZATION

     Abstraction adalah penekanan pada kualitas ide dan sifat dari pada khusus (yang penindasan detail).
      Generalisasi adalah perluasan aplikasi untuk mencakup domain yang lebih besar dari objek yang sama atau yang berbeda jenis.
      Kemampuan untuk abstrak dan generlisasi merupakan bagian penting dari setiap aktivitas intelektual. Abstrak dan generalisasi yang mendasar untuk matematika dan filsafat yang sangat penting dalam ilmu komputer. Pentingnya abstraksi berasal dari kemampuannya untuk menyembunyikan rincian yang tidak relevan dan dari pengguna nama untuk objek referensi. Bahasa pemrograman menyediakan abstraksi melalui prosedur,fungsi, dan modul yang memungkinkan programmer untuk membedakan antara apa program tidak dan bagaimana hal itu diimplementasikan.
     Abstraksi adalah penting dalam pembangunan rogram. Tidak kalah pentingnya dengan generalisasi,sementara abstraksi mengurangi kompleksitas dengan menyembunyikan relevan detail. Generalisasi mengurangi kompleksitas dengan mengganti beberapa entitas yang melakukan fungsi yang sama dengan membangun tunggal. Bahasa pemrograman menyediakan generalisasi melalui variabel,parameterisasi,obat generik dan polimorfisme.
     Generalisasi juga sangat penting dalam pembangunan program,hal ini membantu untuk mengolah kompleksitas dengan mengumpulkan individu-individu kedalam kelompok dan memberikan perwakilan yang dapat digunakan untuk menentukan individu kelompok.
     Abstraksi dan generalisasi tergantung pada prinsip transparasi referensial. Prinsip Transparansi Referensial Arti dari suatu entitas tidak berubah ketika bagian dari entitas diganti dengan bagian yang sama. Prinsip transparansi referensial adalah sebagai berikut:
1. Abstraction
Prinsip abstraction adalah sebuah entitas bernama yang dapat dipanggil dengan menyebut nama. Aspek penamaan abstraksi ditangkap dalam konsep mengikat,definisi dan deklarasi sementara menyembunyikan rincian yang tidak relevan atau ditangkap oleh konsep enkapsulasi. Mengikat adalah sebuah asosiasi dari dua entitas. Definisi adalah pengikat nama untuk entitas, Deklarasi adalah definisi yang mengikat sebuah nama untuk variabel.
2. Binding
Adalah konsep binding umum untuk semua bahasa pemrograman. Benda yang dapat terikat pada nama disebut bindables bahasa. Para bindables dapat mencakup : nilai-nilai permitif,nilai-nilai senyawa, referensi ke variabel  jenis-jenis,dan abstraksi dieksekusi. Sementara binding terjadi dalam definisi dan deklarasi,itu juga terjadi pada tingkat mesin virtual dan perangkat keras antara nilai-nilai dn penyimpanan lokasi. Bahasa pemrograman yang membutuhkan “deklarasi sebelumnya referensi” harus menciptakan mekanisme khusus untuk menangani referensi ke depan. Untuk jenis data dinamis,aturannya adalah santai untuk memungkinkan definisi dari pointer jenis.
3. Encapsulation
Bagian abstrak mengikat sering mengandung binding lain yang dikatakan definisi lokal. Seperti definisi lokal tidak terlihat atau tersedia untuk dideferensikan luar abstrak. Jadi abstrak bagian dari mengikat melibatkan “menyembunyikan informasi”. Informasi ini tersembunyi kadang-kadang tersedia dengan mengekspor nama. Sebuah sistem modul menyediakan cara untuk menulis program besar sehingga berbagai potongan program tidak mengganggu yang lain karena bentrokan nama dan juga menyediakan sebuah cara  untuk menyembunyikan rincian pelaksanaan.
4. Generalization
Prinsip generik Generalisasi adalah sebuah entitas yang mungkin khusus (diuraikan).Generalisasi memungkinkn penggunaan satu pola tunggal untuk mewakili masing-masing anggota kelompok.Bahasa pemrograman yang paling memungkinkan bentuk implisit dari generalisasi dimana variabel yang dapat diperkenalkan tanpa menyediakan untuk sebuah prosedur permintaan yang menggantikan parameter dengan argumen.  
     1. Prinsip generalisasi tergantung pada prinsip Analogi 
        a.      Analogi Prinsip 
Ketika ada konformasi dalam pola antara dua objek yang berbeda,obyek dapat digantikan dengan parameter memungkinkan  rekonstruksi  obyek asli. Ini adalah prinsip analogi yang memungkinkan pengenalan variabel untukmewakili unsur sewenang-wenang kelas. 
        b.      Prinsip Genealisasi 
Tidak membuat pembatasan pada parameter atau bagian dari entitas yang dapat parameter,Tidak harus bahasa pemrograman. Hal ini ditekankan pada prinsip beriukut: 
  •   Prinsip parameterisasi. Sebuah parameter generik dapat dari domain manapun.
  • Terminologi. Istilah parameter formal (pakaian resmi) dan parameter aktual (kenyataan) yang kadang-kadang digunakan sebagai pengganti istilah parameter dan argument masing-masing 
     2. Substitution 
Utilias dari kedua abstraksi dan generlisasi  tergantung pada substitusi. Ikatan antara keduanya dalah ditangkp pada prinsip berikut :
  • Prinsip mekanisme parameter korespondensi mengikat dan mekanisme definisi yang setara. Prinsip korespondensi adalah formalisasi aspek dari prinsip abstraksi yang menyiratkan bahwa definisi dan substitusi berhubungan erat.
  • Terminologi. Notasi untuk substitusi dipilih untuk menekankan hubungan antara abstraksi dan substitusi.  Teks-teks lain menggunakan notasi E [P: =a] untuk substitusi.
5. Block structure
Blok adalah membangun yang memisahkan ruang lingkup dari definisi yang mungkin mengandung.
Blok structur menyajikan dua gaya blok,yang pertama membutuhkan definisi untuk melanjutkan tubuh dan kedua membutuhkan definis untuk mengikuti tubuh. Program A memiliki struktur blok monolitik jika terdiri dari hanya satu blok. Struktur ini adalah khas dari BASIC dan COBOL versi awal. Subprogram nama adalah bagian dari blok luar dan dengan demikian ruang lingkup mereka adalah seluruh pogram bersama dengan variabel global.
Activation Records adalah penyimpanan blok untuk variabel local.
6. Scope Rules
Tindakan partisi program menimbulkan masalah lingkup nama.yang objek dengan dipartisi harus terlihat di luar partisi?Solusi yang biasa adalah untuk menunjukkan beberapa nama yang akan diekspor dan orang lain untuk menjadi pribadi atau lokal untuk partisi dan tak terlihat partisi lain.
Ruang lingkup aturan untuk modul mendefinisikan hubungan antara nama-nama dalam partisi. Ada empat pilihan yaitu :
  • Semua nama setempat terlihat secara global. 
  • Semua nama eksternal terlihat lokal. 
  • Hanya nama lokal diekspor secara eksplisit terlihat secara global.
  • Hanya nama eksternal yang diimpor secara eksplisit terlihat secara lokal.
7. Dynamic scope rules
Aturan lingkup dinamis mendefinisikanruang lingkup dinamis dari asosiasi masing-masing dalam hal program dinamis eksekusi program Cadel.
Kemudahan pelaksanaan,generalisasi murah untuk fungsi parameterless.
8. Static scope rules
Terminology.Aturan lingkup statis juga disebut aturan lingkup leksikal. Cobol,BASIC,FORTRAN,Prolog,kalkulus Lambda,Skema,Miranda,Algol-60,Pascal.
9. Environment
Lingkungan adalah satu set binding.
Lingkup ada hubungannya dengan kisaran visibilitas nama.Misalnya,batas nasional dapat merangkum bahasa alami.Namun,beberapa kata yang digunakan dalam batas bukan kata-kata asli. Mereka adalah kata-kata dipinjam dari beberapa bahasa lain dan didefinisikan dalam bahasa asing. Sebuah definisi memperkenalkan nama dan batas(objek).Objek dapat berisi nama yang tidak ada definisi lokal (dengan asumsi definisi mungkin bersarang). Nama-nama ini dikatakan bebas.Arti nama-nama yang ditugaskan untuk dapat ditemukan di luar definisi.Aturan diikuti dalam menentukan arti dari nama-nama ini gratis disebut ruang lingkup aturan.Lingkup hal ini terkait dengan kontrol nama. 
10. ADTs
Sebuah pendekatan yang lebih efektif adalah dengan memisahkan tanda tangan dari operasi dari tubuh para operasi dan jenis representasi sehingga tubuh operasi dan representasi tipe dapat dikompilasi secara terpisah. Hal ini memudahkan pengembangan perangkat lunak dalam bahwa ketika suatu tipe data abstrak yang representasi berubah (misalnya untuk meningkatkan kinerja) perubahan lokal untuk data abstrak  jenis.
11. Binding and Binding Times
Bindings dapat terjadi pada berbagai waktu dari sudut definisi bahasa melalui eksekusi program.waktu dimana mengikat terjadi adisebut waktu mengikat. Empat kali mengikat yang berbeda dapat dibedakan:
  1. Bahasa desain waktu.Sebagian besar struktur bahasa pemrograman adalah tetap dan bahasa desain waktu. 
  2. Implementasi bahasa waktu.Beberapa fitur bahasa di tentukan oleh pelaksanaannya.Program yang berjalan pada satu komputer tidak dapat berjalan atau memberikan hasil yang salah ketika dijalankan di lain mesin.
  3. Program penerjemah waktu. Mengikat antara kode sumber dan kode objek terjadi pada program penerjemahan waktu. Programmer variabel didefinisikan dan jenis adalah contoh lain dari binding yang terjadi pada saat program penerjemahan.
  4.  Program waktu eksekusi. Pengikatan nilai-nilai ke variabel dan parameter formal untuk actual parameter terjadi selama eksekusi program.